“Endong-Endong” (Buruh Gendong Perempuan) Pasar Beringharjo - Yayasan Annisa Swasti (YASANTI)

Puluhan perempuan bersenda gurau dilantai 3 pasar beringharjo Yogyakarta, satu diantaranya sudah Nampak memutih rambutnya tapi senyumnya senantiasa menebar untuk sekitarnya. Dia biasa dipanggil bu Rub, usianya sudah 68 th, sudah bekerja sebagai buruh gendong kurang lebih 35 tahun, Saat ini Ibu Rub tinggal di kos di dekat pasar, kampong dibawah jembatan sungai code. Sudah puluhan tahun Ibu Rub kos, dari mulai harga 30 ribu perbulan untuk 5 orang sampai sekarang 200 ribu per bulan dibagi 5 orang.

Jam menunjukkan pukul sebelas siang , bu rub dan teman-temannya bersama 250 buruh gendong bekerja dari pagi buta sampai jam empat atau lia sore di pasar beringharjo, siang ini bu rub berebut menjemput gendongan di mobil,ada yang menurunkan barang dari mobil digendong kedalam pasar, ataupun menggendong barang dari pasar ke mobil, ada juga yang keliling menawarkan jasa kepada orang yang sedang belanja di pasar, begitulah keseharian buruh gendong di pasar beringahrjo yang rata-rata usia mereka kebanyakan diatas 50 tahun, ada yang usianya dibawah 50 tahunan tapi jumlahnya sedikit, contohnya Mbak Isah, dia bekerja di pasar Beringharjo sudah sejak lulus SMP tahun 1989 sudah bekerja, dari mulai ikut orang, jual minuman sampai 10 tahun terakhir ini memilih profesi sebagai Buruh Gendong, saat ini mbak Isah juga aktif sebagai pengurus di Paguyuban Sayuk Rukun Buruh Gendong Beringharjo dan DIY. Mengikuti pelatihan kepemimpinan dan advokasi, langsung praktek advokasi berjuang agar keberadaan Buruh Gendong diakui khususnya di pasar Beringharjo, Berkat perjuangan ibu-ibu Buruh Gendong sekarang keberadaan Buruh Gendong diakui sebagai bagian dari pasar Beringharjo dengan dibuatkan patung dan tanda tangan buruh gendong di sisi barat tembok pasar Beringharjo.

Profesi Buruh gendong sudah lama ada di Yogyakarta, keberadaan mereka ada yang setua usia pasar tradisional, dulu ada pasar induk shopping yang sekarang sebagian buruh gendong berpindah ke pasar Giwangan dan gamping, di Giwangan ada sekitar 135 buruh gendong, di pasar buah gamping ada sekitar 50 dan di pasar kranggan ada 17.
Buruh Gendong bekerja dengan menggendongkan belanjaan sejak sebelum matahari terbit hingga menjelang matahari terbenam, bahkan di pasar giwangan dan gamping 24 jam kalau buah-buahan atau sayuran baru datang. Berat gendongan bisa sampai 50 – 100 kg dalam sekali gendong dan tidak hanya sekali menggendong kadangkala sampai 10 kali gendong dari parkiran ke pasar atau sebaliknya. Ada juga yang menawarkan jasanya dengan mengikuti pengunjung pasar yang sedang belanja dan membawakan belanjaannya sampai selesai belanja. Ada juga yang berkeliling dari lantai satu sampai tiga berkeliling untuk menawarkan jasanya.

Ongkos menggendong yang dari parkir ke pasar, atau dari pasar ke tempat parkir berat 50 kg diupah 5000, untuk yang menggendong keliling membawakan belanjaan pengunjung pasar tidak pasti, ada yang 2000 bahkan kadang ada yang ngasih 20.000 atau 30.000, tapi hanya kadangkala saja ketika ada pengunjung yang baik hati.

Penulis : Sariroh

No comments yet.

Leave a Reply

Name (required)

Email (will not be published) (required)

Website